Hal yang Harus Dilakukan agar Bisnis Bertahan Selama Pandemi

Dalam menjalani bisnis di masa pandemi ini, tentunya akan banyak hal yang kita lalui. Dalam misinya untuk mendukung pedagang agar sesuai dengan undang-undang baru, Zilino sekali lagi akan menjalankan “Ngopi Barening Zileing Business” dan menyediakan platform berbagi pengetahuan terbaru untuk pemilik bisnis yang ingin mengetahui masalah industri terbaru dan praktik bisnis yang lebih baik untuk para profesional industri . . Webnar edisi kedua dari industri ritel fesyen Indonesia Zilino, Jobby dan Gino Mariani, berjudul “Menanggapi Tantangan Bisnis Standar Baru dalam Penggunaan Teknologi.”Namun, teman – teman tidak perlu khawatir, karena kali ini akan dibagikan beberapa hal yang harus teman – teman lakukan agar bisnis yang dijalani bisa bertahan selama pandemi berlangsung.

  1. Harus Bisa Beradaptasi

Mobilisasi terbatas dan aktivitas garis depan telah memaksa bisnis untuk menggunakan platform digital. 65% Indonesia adalah negara kecil. Pada 2020, mereka memilih untuk memprioritaskan investasi teknologi digital. Ketiga pembicara sepakat bahwa transisi ke bisnis digital akan membantu para pebisnis beralih ke standar baru dalam hal kecepatan dan kecepatan.Meski sudah sangat sulit untuk hidup selama empat bulan terakhir, hal ini terutama berlaku bagi para pebisnis yang benar-benar terbiasa hidup di zona nyaman (misalnya kemampuan berbisnis offline) dan peluang untuk mulai berinovasi. Bisnis juga harus mengikuti strategi optimis, termasuk hidup di platform online yang meningkatkan penjualan hingga 14 persen.  Selama PBS pertama, kita harus berhenti mencari cara untuk melanjutkan aktivitas penjualan kita  dan berhenti mencari offline. Kita sangat mengandalkan teknologi untuk membantu kami melakukan pekerjaan kita,  misalnya, untuk mempertahankan perilaku “mengobrol dan berbelanja” di toko online kita.

  1. Melakukan Digital Storytelling

Peritel fesyen JOBB dan Gino Mariani menyadari pentingnya representasi merek yang baik secara online karena 160 juta dari total pengguna Internet di Indonesia adalah pengguna aktif di berbagai platform media sosial. “Untuk retailer fashion seperti JOBB, ada satu hal lagi yang harus kami lakukan untuk meyakinkan pelanggan kami agar mulai berbelanja online,” Sadana berbagi. “JOBB berfokus pada menghasilkan foto dan video berkualitas untuk menyampaikan cerita dengan lebih baik dan menyampaikan pesan merek kami. Kami telah memilih Instagram untuk membagikan jenis konten ini untuk mendorong interaksi antara JOBB dan pelanggan kami.” Untuk mendukung gagasan tersebut, Danny setuju bahwa mendongeng secara online akan membantu klien lebih memahami penawaran Gino Mariani. Selain mengakses katalog foto dan video, Gino Mariani mengeksplorasi penggunaan platform media sosial untuk meningkatkan kehadiran online merek tersebut. Peristiwa terkini telah mendorong kami untuk berbagi cerita kami di forum online. Kami menggunakan platform baru seperti Instagram live dan Titock untuk mempromosikan video interaktif platform berbasis video online ke lebih banyak pelanggan.

  1. Teruslah Berinovasi Terhadap Produk Teman – Teman

Bersaing di pasar yang kompetitif merupakan tantangan bagi semua produk dan bisnis, terutama di pasar online. Kreativitas yang baik dalam produk dan aktivitas pemasaran dapat membantu merek dan bisnis mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan mendapatkan pelanggan baru. JOBB dengan cepat beradaptasi dengan permintaan pasar dengan menyediakan alat pelindung diri (PEE) seperti masker. JOBB bahkan menyertakan masker gratis untuk setiap pembelian produk. Tentang Gino Mariani. Selain menawarkan hadiah di setiap produk, brand ini terus berupaya memberikan pengalaman sepatu yang lebih nyaman bagi pelanggannya dengan inovasi baru.

Sumber : https://sudutgaji.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *