Jangan Takut Rapid Test Covid19, Ini Alasannya!

Terhitung sudah sejak Maret 2020 Indonesia telah diserang oleh Corona Virus atau Covid 19. Hingga saat ini berita tentang Corona Virus tersebut masih menjadi bahan perbincangan yang cukup seru diseluruh penjuru dunia, tanpa ketinggalan untuk Indonesia.

Hingga saat ini jumlah pasien Covid 19 sudah mencapai 55.092 pasien yang telah positif, tercatat 41.605 orang dalam pengawasan atau ODP, 13.335 pasien dalam pengawasan atau PDP dan 2.805 pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk pasien yang berhasil disembuhkan sejumlah 23.800 orang. Data tersebut terhitung hingga 29 Juni 2020 kemarin yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Jangan Takut Rapid Test Covid19, Ini Alasannya!

Ditengah-tengah perjuangan kita bersama untuk melawan Covid 19 tersebut tidak sedikit berita hoax yang bermunculan yang sebaiknya jangan kita telan secara mentah-mentah, karena jika kita tidak selektif maka bisa jadi akan menurunkan mental kita.

Sebelum mengetahui apakah seseorang positif terkenal Covid 19 atau corona atau tidak harus melewati beberapa proses terlebih dahulu mulai dari rapid test dan masih banyak yang lain sebagainya.

Belakangan ini sangat banyak sekali berita ketakutannya seseorang sebelum dilakukan rapid test. Bahkan ada banyak dari mereka yang lebih memilih untuk berdiam diri dirumah daripada harus melakukan rapid test tersebut. Yang menjadi pertanyaannya adalah kenapa?

Mungkin inilah beberapa alasan seseorang takut untuk melakukan rapid test meskipun pihak tenaga kesehatan telah memfasilitasinya secara gratis.

Pertama Takut Dikarantina

Mungkin kebanyakan orang mengira jika sudah melakukan rapid test maka sama dengan harus melakukan karantina. Maka tidaklah heran jika banyak orang yang merasa ketakutan ketika akan melakukan rapid test tersebut. Mereka berfikiran jika meraka dikarantina lalu bagaimana dengan perekonimian keluarga mereka.

Padahal rapid test tersebut sangat berbeda dengan karantina. Rapid test hanyalah sebuah langkah awal untuk pencegahan virus corona. Jika dalam rapid test ini kita mendapatkan hasil reaktif maka kita bisa melakukan swab test untuk memastikan benar-benar positif atau negatif.

Kedua Takut Tertular Dari Nakes

Banyak beredar berita tentang menularnya virus corona melalui sarung tangan yang telah digunakan oleh tenaga medis pada saat melakukan test masal. Padahal sebenarnya pada saat tenaga medis melayani orang yang berbeda mereka akan mengganti sarung tangan yang mereka gunakan. Dan tentu saja hal ini sesuai dengan standar operasional dari tenaga kesehatan itu sendiri.

Jangan Takut Rapid Test Covid 19

Rapid test saat ini banyak dilakukan pada tempat-tempat keramaian  dengan alasan karena tempat-tempat tersebut mempunyai potensi penularan. Maka rapid test atau langkah awal untuk mengetahui terjadinya Covid 19 pada seseorang akan lebih mudah diketahui. Meskipun awalnya orang tersebut tidak mempunyai gejala apa-apa atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sebenarnya rapid test ini membantu kita untuk menemukan orang yang harus dirawat agar bisa sembuh kembali dan pastinya tidak menimbulkan komplikasi. Jadi untuk anda semua jangan takut untuk melakukan rapid test yang telah dilaksanakan oleh pemerintah guna membantu masyarakatnya dalam memerangi Covid 19.

Jika anda ingin melakukan perjalanan jauh, maka anda bisa melakukan rapid test secara mandiri. Rapid test mandiri ini bisa di lakukan dengan cara langsung mendaftar pada rumah sakit ataupun juga puskesmas.

Namun untuk anda yang tidak ingin repot-repot mengantri atau tidak mempunyai waktu yang cukup lama untuk melakukan pandaftaran rapid test, maka anda bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc saat ini sudah bermitra dengan beberapa rumah rumah sakit di Jabodetabek dalam rangka mempermudah proses rapid test.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *