Kuliner Legendaris Indonesia Berbahan Dasar Ekstrem

Berbicara tentang kuliner Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya, selalu ada cerita dalam setiap kelezatan kulinernya. Bahkan kuliner sudah dianggap sebagai bagian dari ciri khas budaya Indonesia karena keragaman makanan yang disajikan. Seiring berkembangnya zaman, tentu kuliner Indonesia sudah mengalami banyak inovasi dan perubahan tren.

Namun demikian, di samping itu semua, masih banyak kuliner tradisional Indonesia yang masih tetap dinikmati dan tidak lekang oleh waktu, bahkan berbahan dasar ektreme. Berikut Wakuliner yang memiliki jasa Makanan Favorit Online akan menjelaskan dalam beberapa poin :

Pertama adalah Paniki. Paniki adalah makanan khas dari Manado yang terbilang cukup ekstrem, karena bahan utamanya menggunakan kalong atau kelelawar pemakan buah.

Sebelum diolah menjadi masakan Kalong terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya yang halus, kemudian dimasak dengan kuah santan kelapa yang kental dan dicampur dengan berbagai rempah. Selain dibuat menjadi Paniki, di Manado kelelawar juga diolah menjadi sate, digoreng atau dijadikan sup.

Kedua, Sambal Tumpang. Mungkin sudah tidak asing dengan nama makanan sambal tumpang yang berasal dari Kediri ini. Sambal yang biasanya sering dijumpai pada penjual nasi pecel.

Sambal tumpang merupakan modifikasi dari sambal pecel, yang membedakan olahan khas dari Kediri ini adalah penggunaan bahan baku untuk membuatnya. Jika biasanya sambal pecel terbuat dari kacang yang dihaluskan, berbeda halnya dengan sambal tumpang yang menggunakan tempe busuk yang dihaluskan.

Tempe busuk sendiri merupakan tempe yang terlalu lama difermentasi sehingga teksturnya menjadi lunak. Jangan salah, meskipun berbahan dasar tempe busuk, sambal tumpang memiliki rasa yang nikmat karena diolah dengan bumbu dan cara yang khusus sehingga memiliki citra rasa khas dan nikmat.

Kemudian yang ketiga adalah Botok Tawon. Tawon serangga yang terkenal dengan sengatan menyakitkannya justru dijadikan olahan makanan yang nikmat dan menyehatkan. Yaitu botok tawon. Tawon yang digunakan adalah tawon muda atau larva yang masih berada dalam sarangnya yang kemudian dimasak dalam daun pisang dengan bumbu dan rempah-rempah.

Minuman Khas Bengkulu Dingin dan Hangat

Bengkulu yang terkenal dengan sebutan Bumi Rafflesia ini mempunyai banyak kuliner yang asyik dan tidak kalah menarik dengan daerah lain. Bukan hanya makanan saja, minuman juga ada. Bahkan, minuman ini sangat khas dan hanya dihidangkan di Bengkulu, loh!

1 . Sirup Kalamansi

Jeruk kalamansi adalah suatu tumbuhan yang banyak ditanam di daerah Bengkulu. Buahnya kecil-kecil mirip jeruk kunci. Jeruk kalamansi biasanya diolah menjadi sirup oleh industri kecil dan menengah lalu dijual di toko oleh-oleh Bengkulu.

Pada acara resmi yang diadakan oleh Pemda Bengkulu, sirup kalamansi biasanya dihidangkan untuk tamu undangan. Untuk menciptakan sirup kalamansi yang manis dan sehat, sari jeruk kalamansi dicampur dengan gula pasir lalu dimasak sampai kental.

Sirup kalamansi produksi pengrajin Bengkulu dibuat secara alami, tanpa pewarna atau bahan pengawet. Kemasannya pun didesain secara menarik. Ada yang dibungkus dalam botol yang bisa langsung diminum, ada pula yang dibungkus dalam bentuk sirup asli. Sebelum disajikan, sirup ini harus dicampur dengan air putih dan es.

Jadi ini tergolong ke dalam minuman berjenis dingin dari Bengkulu yang harus kamu coba. Rasanya segar, loh! Dijamin hausmu akan pergi

2.Kopi Bengkulu

Kamu yang mengaku pecinta atau penikmat kopi harus coba kopi Bengkulu ini. Seperti kopi pada umumnya, jenis minuman ini tergolong dalam minuman hangat khas Bengkulu. Kopi Bengkulu adalah termasuk jenis kopi terbaik di Indonesia. Rasanya sedap dan nikmat.

Kamu bisa memperoleh kopi bubuk yang telah dikemas di pasar ataupun di toko oleh-oleh. Ada sejumlah merek kopi bubuk kemasan yang dijual seperti, kopi Saudara A, kopi 1001, kopi Dua Putri, kopi Gading Cempaka dan lainnya. Bagi kamu yang ingin menyantap langsung kopi Bengkulu, kamu dapat mampir ke kedai kopi yang lumayan banyak tersebar di Kota Bengkulu.

Beberapa kedai kopi yang ada di Bengkulu seperti, Neron Coffee di objek wisata Danau Dendam Tak Sudah, Konakito yang berada di dekat Benteng Marlborough, Papuk Mamuk, dst. Kamu tinggal pilih, mana tempat serta suasana yang kamu sukai.

Menikmati Sisi lain Pandaan dari D’Gunungan

Tempat baru di di daerah Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, ini wajib masuk daftar Sobat Pesona jika kebetulan sedang berpergian ke Surabaya-Malang dan sekitarnya.

Dibandingkan dengan Surabaya dan Malang, Pandaan mungkin terdengar kurang terkenal. Kecamatan di daerah Pasuruan ini memang jelas kalah pamor dibandingkan dengan dua ikon Jawa Timur lainnya. Surabaya punya berbagai atraksi sementara Malang kaya akan tempat wisata keluarga.

Namun sesungguhnya Pandaan bukan tidak bisa dinikmati sebagai sasaran para pelancong lokal. Di sini banyak juga atraksi yang bisa dinikmati.  Di sekitar Pandaan sendiri terdapat beberapa objek wisata seperti Taman Safari Indonesia 2 di daerah Prigen, Tretes, yang dingin, Mesjid Muhammad Cheng Hoo, Candi Belahan dan an lainnya. Semua tempat ini bisa dinikmati jika Sobat Pesona kebetulan berada di sekitar Pandaan.

Di Pandaan ada juga tempat wisata bernama Taman Dayu. Taman Dayu awalnya adalah kawasan hunian dan resort golf yang dilengkapi dengan fasilitas Waterpark, Boutique Hotel, Camping Ground dan Outbound. Seiring waktu, kawasan Taman Dayu telah dikembangkan menjadi kota mandiri yang juga dilengkapi dengan pusat bisnis dan perdagangan yang dikenal sebagai Pandaan Central Business District (CBD). Di dalam area Pandaan CBD ini didirikan gedung pertokoan, pusat jajanan kuliner (Food Terrace dan Food Veranda) dan Public Area yang berisi berbagai hiburan keluarga.

Sebagai wilayah yang dibangun pengembang, Taman Dayu memang punya konsep yang jelas. Akses yang tertata rapi, pohon-pohon rindang, dan pusat kuliner kekinian membuat tempat ini jelas dibuat untuk kaum urban modern. Jalanan menanjak ditemani pohon rindang plus aspal yang rapi seakan menggoda penggiat sepeda untuk mengukur aspal dengan segera. Kontur berbukit ini juga yang membuat lokasi Taman Dayu menjadi seru untuk jadi tempat hang out. Makin sempurna karena bisa menikmati pemandangan kota dari ketinggian.

Salah satu tempat wajib yang juga jadi incaran di Taman Dayu adalah D’Gunungan. Resto yang terletak di puncak Perbukitan Sagamore ini baru dua tahun beroperasi. Meski begitu, tempat nongkrong ini menawarkan pemandangan menakjubkan karena berada di ketinggian.

Suasana sejuk khas pegunungan, jelas terasa dari masuk tempat parkir. Tak cuma itu, Sobat Pesona  juga bakal dimanjakan dengan panorama pegunungan eksotis seperti Gunung Penanggungan, Welirang dan juga Arjuna. Makin malam, panorama tempat nongkrong ini makin menakjubkan. Gemerlap lampu menjadi hal lain yang bakal memanjakan mata.

Begitu masuk, kita akan disambut sebuah kolam renang besar di depan sebuah tempat makan dengan kosep open kitchen. Jujur saja kita akan mengingat resto-resto di Bali yang menawarkan suasana pantai. Bedanya di depan kolam renang adalah pemandangan city view yang keren. Area outdoor-nya juga juga keren, cocok untuk pengunjung yang membawa anak-anak. Taman-taman sekitar D’Gunungan dibuat seperti area piknik taman lengkap dengan bantal-bantal untuk bersantai.

Buat Sobat Pesona yang senang berbagi di media sosial, tempat ini bakal menawarkan bahan yang banyak untuk dieksplor dan dijadikan konten. Lokasi-loaksi yang instagenic bertebaran di sini. Jadi tunggu apalagi? Segera masukkan D’Gunungan di Taman Dayu sebagai sebagai target destinasi saat ke Jawa Timur.

Boon Pring, Serunya Wisata Alam Bernuansa Bambu

Mau tahu destinasi wisata di Malang, yang berbeda? Cobalah datang ke destinasi di Kabupaten Malang. Ada sebuah obyek wisata yang wajib didatangi. Boon Pring Andeman, namanya. Lokasinya ada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.

Dalam bahasa Indonesia, nama Pring artinya bambu. Seperti namanya, Boon Pring adalah destinasi hutan bambu.  D sana ada kolam renang buatan. Lokasinya juga keren. Orang-orang sekarang bilang instagrammable.

Hutan bambu yang luasnya 24 hektare itu, sangat cocok untuk wisata alam bersama keluarga. Rimbun tapi tidak menakutkan. Lalu, karena suasanya sejuk, memang layak dikunjungi untuk bersantai. Di sana, setidaknya ada 25 varietas bambu, mulai dari jenis petung, apus, tutul, kuning, pagar, amplex, dan banyak lagi.

Berperahu ke Pulau Lhow

Bagi masyarakat Kabupaten Malang, Boon Pring Andeman merupakan ikon baru andalan untuk mendatangkan traveler. Kali pertama, pandangan mata wisatawan yang datang akan tertuju pada danau kecil yang dapat dikelilingi dengan menggunakan perahu. Ada pula, Pulau Putri Lhow atau Pulau Lhow yang terletak di tengah-tengah danau.

Wisatawan bisa menyewa perahu motor, rakit bambu, atau sepeda air untuk mengelilingi pulau. Untuk menyewa sepeda air, Sobat Pesona akan dikenakan tarif tambahan Rp 15.000 per sepeda dengan kapasitas dua orang. Jika menyewa dengan kapasitas dua orang, biayanya jadi Rp 20.000. Wisata Boon Pring juga menyiapkan kolam renang anak-anak, lho.

Kalau tinggal tak jauh dari sini, tempat ini cocok untuk mengisi satu hari libur bersama keluarga. Namun, kalau memang berniat liburan ke kota Malang dan memang datang dari luar wilayah, meluangkan waktu selama satu hari ke sini bisa jadi pilihan.

Di sana, jika tidak berminat naik perahu, Anda juga bisa melakukan trekking mengelilingi danau. Ada dua jalan darat alternatif, salah satunya mengelilingi bambu, sedangkan alternatif lainnya berupa jalan biasa yang dipenuhi dengan bangunan beratap.

Alternatif yang pertama, cocok bagi mereka yang gemar berpetualang di alam liar. Jalur yang dilalui tidak menanjak maupun menurun, namun masih berupa tanah sehingga rawan becek ketika musim hujan. Sementara jalur kedua, berupa jalan biasa yang dipenuhi bangunan beratap sirap tempat penduduk lokal berjualan makanan lokal seperti bakso, sempol, serta makanan dan minuman ringan lainnya.

Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Poveglia merupakan sebuah pulau tak berpenghuni, yang terletak di Pulau ini dibangun oleh pemerintah Venesia dan dari tahun 1793-1814 digunakan sebagai lokasi karantina wabah penyakit virus menular pes. Namun demikian, terdapat tur mengeksplorasi laguna yang berada di area penuh misteri ini. Menurut sumber artikel , pulau kecil tersebut konon menampung lebih dari 160.000 jiwa yang terinfeksi wabah pes, mereka menghabiskan sisa hidup mereka di sana.

Tempat yang 50 persen tanahnya terdiri dari sisa-sisa manusia, merupakan kuburan masal yang terdapat di pulau Poveglia. Pulau kecil ini terletak di antara Lazaretto Nuovo dan Lazzaretto Vecchio. Di sana juga ditemukan sisa-sisa ribuan korban wabah.  Bahkan Napoleon, seorang pemimpin militer Prancis juga menggunakan pulau itu untuk tujuan menyimpan senjata dan lokasi pertempuran yang memakan banyak nyawa.

Pada 1922, rumah sakit jiwa dibuka di Poveglia. Penduduk lokal mengatakan bahwa sang dokter gila dan jahat, karean dokter tersebut kerap menyiksa dan membunuh banyak pasiennya, membantai mereka dengan mengerikan. Hingga akhirnya, dokter tersebut tewas dengan melompat (atau dilempar) dari menara lonceng.Kemudian rumah sakit ditutup pada tahun 1968, dan reruntuhannya masih ada di sana, perlahan-lahan direklamasi oleh tanaman hijau.

Meskipun dinyatakan sebagai bekas rumah jompo, terdapat bukti yang jelas bahwa rumah itu menampung pasien dengan ganguan jiwa. Dengan masa lalu seperti ini, tidak mengherankan bahwa Poveglia diyakini berhantu, menarik perhatian para pemburu hantu dan penyelidik paranormal.

Poveglia tetap untuk saat ini sangat terlarang bagi pengunjung tanpa izin. Pada tahun 2014, New York Daily News melaporkan bahwa karena ekonomi yang menurun dengan cepat, menempatkan pulau itu untuk dilelang, yang akan dijadikan sebuah perumahan. Hal ini menimbulkan kemarahan publik.

Pada 2016, lima orang dari Colorado diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran Italia setelah mereka memutuskan untuk menghabiskan malam di pulau Poveglia yang terkenal berhantu, lokasi film The Plague Doctor.

Mereka mencapai pulau melalui taksi air dan memutuskan untuk menginap, tetapi segera setelah malam tiba, kegelapan mulai menghantui mereka. Membuat mereka berteriak minta tolong. Sebuah perahu layar di daerah itu mendengar mereka dan memanggil pihak berwenang Italia yang datang untuk menyelamatkan mereka.

Saat ini, Poveglia hanya dijadikan tempat untuk di asingkan saja dan tidak pernah lagi dijadikan tempat tinggal. Lokasi tersebut juga tidak dibuka untuk umum.  Dilansir dari , pengunjung dapat mengeksplor laguna di sekitar pulau penuh misteri ini. menggunakan boat ini dipandu oleh pemandu wisata. Pada tur privat sekitar 3 jam ini, pemandu wisata akan menjelaskan mengenai mitos, legenda, dan cerita mistis di Poveglia.

Gunung Rinjani Selalu Jadi Incaran Para Pendaki

Tak hanya punya pemandangan yang indah. Gunung Rinjani juga selalu menantang untuk ditaklukkan. Rute yang sulit namun dengan pemandang indah. Bikin Rinjani selalu jadi incaran para pendaki.

Suka mendaki? Rasanya tak akan lengkap jika belum berhasil menaklukan kegagahan Gunung Rinjani. Gunung berapi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini cukup populer di kalangan pendaki. Gunung Rinjani berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Tingginya mencapai 3.726 mdpl, dan menawarkan pemandangan alam yang indah.

Menariknya, Gunung Rinjani bukan sekedar objek yang menarik untuk wisata alam. Gunung Rinjani memiliki makna yang lebih sakral. Gunung ini sangat dihormati oleh masyarakat di Lombok. Bagi masyarakat setempat, Gunung Rinjani diyakini sebagai pusat kosmos dan simbol spiritualitas. Mereka percaya bahwa keharmonisan kehidupan, serta kelestarian dan keseimbangan lingkungan berpusat pada Gunung Rinjani.

Jalur Pendakian Menantang

Setiap tahunnya Gunung Rinjani tak pernah sepi pendaki. Puncak Gunung Rinjani menjadi tujuan paling diincar. Pendakian ke Puncak Gunung Rinjani normalnya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Untuk sampai di Puncak Gunung Rinjani, kita bisa memilih 3 alternatif rute, yaitu jalur pendakian via Sembalun, jalur pendakian via Senaru, atau jalur pendakian via Torean.

Dari ketiga jalur tersebut, jalur yang paling sering digunakan ialah jalur via Sembalun dan Senaru. Kebanyakan pendaki biasanya memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian melalui jalur Senaru.

Di awal pendakian hingga pos 2 jalurnya landai, kemudian sedikit menanjak. Kita akan melewati Padang Savana Sembalun Lawang yang sangat luas. Rerumputan yang tumbuh di padang savana ini tingginya bisa mencapai 1,5 meter. Sesekali akan ditemui pepohonan rimbun yang bisa digunakan untuk berteduh sambil istirahat sejenak. Namun sepanjang jalur ini kita perlu bersiap dengan udara yang akan sangat panas menyengat.

Selepas pos 2 menuju pos terakhir Plawangan, jaraknya lumayan jauh, ditambah jalur yang lebih menanjak. Medannya berupa tanah padat bercampur batu-batu besar. Udaranya tetap tidak kalah menyengat dan berdebu. Dari pos Plawangan, puncak Gunung Rinjani sudah semakin dekat. Namun jalurnya jauh lebih menantang. Biasanya jalur ini ditempuh saat dini hari. Di jalur yang berkelok, medannya berupa pasir yang lebih padat. Belum lagi angin berhembus lebih kencang dan sangat dingin.

Suguhan Pemandangan Eksotis

Walaupun melelahkan, tetapi sepanjang pendakian akan ditemui suguhan pemandangan alam yang memukau. Inilah alasan mengapa pendakian ke Gunung Rinjani sangat diminati. Tak hanya hamparan hijau padang savana berlatar gagahnya Gunung Rinjani, ada pula kaldera yang sangat luas dengan Danau Segara Anak yang nampak melingkar berwarna kebiruan. Pemandangan cantik Segara Anak bisa disaksikan saat tiba di pos terakhir Plawangan. Di tengah Segara Anak terlihat anak Gunung Rinjani, yaitu Gunung Baru Jari. Tak berbeda dengan induknya, Gunung Baru Jari ini juga berstatus sebagai gunung berapi yang masih aktif, loh.

Saat menuju puncak Gunung Rinjani, pemandangan bebatuan ala lereng Gunung Rinjani menjadi suguhan yang tak kalah indah. Tentunya kombinasi bunga edelweiss nan cantik berpadu dengan Segara Anak akan semakin menambah eksotisnya pemandangan di jalur menuju puncak Gunung Rinjani.

Menarik bukan? Makanya tak heran Gunung Rinjani menjadi primadona para pendaki lokal maupun mancanegara.

3 Lokasi Sunset Terbaik di Malang

Wisata alam di Malang sangat beragam. Hal ini membuat kita ingin selalu kembali ke Kota Apel ini. Apalagi jika Sobat Pesona mengunjungi lokasi berikut untuk menyaksikan keindahan sunset, dijamin tak ingin pulang dan mungkin berpikiran untuk berdomisili di kota ini.

Dengan udaranya yang sejuk, Malang menjadi kota wisata utama tujuan para wisatawan. Terlalu banyak daya tarik di kota Malang jika di bahas satu per satu. Namun, jika bingung ingin mencari momen dan lokasi yang romantis, coba saja memandang sunset di tempat berikut ini. Dijamin akan membuat Sobat Pesona terpukau akan keindahannya.

  1. Pantai Belakambang

Pantai Belakambang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kawasan ini memiliki bibir pantai yang landai dengan pemandangan sunset yang menawan. Pantai Belakambang juga dijuluki sebagai Tanah Lot Malang, karena terdapat Pura yang dibangun di salah satu dari tiga pulau kecil yang terletak di pantai ini. Kebayang indahnya, bukan?

  1. Bukit Paralayang

Malang juga dikenal sebagai kota yang melahirkan atlet paralayang Indonesia. Nah, bukit ini merupakan tempat para atlet untuk berlatih. Kita tentu dapat mencoba juga olahraga ekstrim ini karena tersedia jasa penyewaannya. Selain itu, menghabiskan sore di bukit ini akan menjadi momen terbaik saat berwisata di Malang. Pemandangan sunset yang menawan dan lampu-lampu dari pemukiman warga di kota batu dari ketinggian dijamin akan membuat kita terlena.

  1. Kopi Letek

Jika tak ingin melakukan perjalanan jauh-jauh dari pusat kota, kafe ini pilihan terbaik untuk menikmati sunset. Kedai Kopi Letek sebenarnya kecil, namun terdiri dari tiga lantai, jadi kita dapat memandang sunset dengan jelas. Pemandangan matahari terbenam dapat terlihat dengan jelas, karena kafe Kopi Letek ini menghadap gunung yang ada di belakang Alun-alun Kota Batu. Menarik bukan?

Itulah 3 tempat menikmati sunset dengan romantis di Kota Malang. Jadi, kapan Sobat Pesona berkunjung ke Malang?

Air Terjun Tersembunyi di Hutan Sulawesi Barat

Air Terjun Bulung yang berada di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Lokasinya tersembunyi, transportasi dan medan ke sana pun sulit.
Menjelajah pelosok Kabupaten Polewali Mandar, seolah tidak pernah lepas dengan kekayaan potensi wisata alamnya. Perjalanan wisata kali ini, membawa saya menuju Air Terjun Bulung, di Desa Kurrak, Kecamatan Tapango.

Lokasi air terjun setinggi 30 meter ini, dapat dijangkau dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 200 meter dari pinggir jalan. Walau jaraknya cukup dekat, dibutuhkan tenaga ekstra, lantaran belum ada akses jalan memadai, sehingga pengunjung harus berpetualang menembus areal perkebunan dan kawasan hutan lindung dengan kondisi jalan yang didominasi tanjakan.

Namun jangan khawatir, kesejukan udara khas pegunungan berpadu keindahan panorama alam yang memanjakan mata. Dijamin mampu menghilangkan rasa lelah saat berjalan kaki untuk menjangkau lokasi air terjun yang satu ini.

Baca juga: Menikmati Keindahan 5 Hutan Pinus di Kota Batu Malang
Kawasan wisata alam Air Terjun Bulung masih terbilang alami, dikelilingi pepohonan tinggi. Nyaris tidak ada sampah yang terlihat, bukti kawasan wisata ini jarang terjamah manusia. Hanya ada sampah dedaunan dan pohon tumbang di sekitarnya.

Di kaki air terjun ini, terdapat sebuah batu besar yang terlihat memecah air jatuh dari ketinggian. Menurut teman yang mengantar saya, saat debit airnya banyak, batu besar tersebut kerap tidak terlihat.

“Kemarin waktu saya ke sini, batunya tidak terlihat, tertutup air yang jatuh” ujar Vendrik.

Bagi warga yang ingin merelaksasi tubuh untuk menghilang rasa lelah, boleh mencoba berendam dalam kolam kecil di sekitar air terjun. Sambil menikmati kejernihan dan kesegaran air pegunungan yang mengalir di tempat ini.

Menurut kabar, belum banyak warga yang mengetahui keberadaan air terjun yang berada di tengah areal perkebunan warga. Padahal jaraknya cukup dekat dengan pemukiman. Teman yang mengantar saya ke sana, mengaku baru dua kali berkungung dan tidak mengetahui asal usul penamaan air terjun tersebut.

Salah seorang warga yang kami jumpai ketika sedang membersihkan kebuncmengatakan, penamaan air terjun mengikut nama daerah tersebut yang dikenal dengan nama Bulung.

“Kami juga tidak tau apa ari nama Bulung, yang pasti daerah sini namanya Bulung dan sudah dari dulu kami mengenal air terjun ini dengan nama Air Terjun Bulung,” kata pria tua yang berkebun di sekitar lokasi air terjun.

Sebenarnya di sekitar lokasi air terjun, terdapat potensi alam lain yang bisa menarik kedatangan pengunjung, yaitu kawasan perkebunan buah durian. Bersama teman, saya sempat menikmati beberapa buah durian yang baru saja jatuh dari pohonnya.

Walau buahnya sedikit kecil, soal rasa boleh diadu. Manis dengan daging yang tebal, dijamin mampu membuat ketagihan dan betah berlama-lama menikmati keindahan air terjun bulung sambil menikmati buah durian tentunya. Penasaran, jangan lupa berkunjung, ya.

Gimana Rasanya Naik Kereta Trans Siberia saat Musim Salju?

Trans Siberia merupakan jalur kereta terpanjang di dunia. Gimana ya rasanya kalau naik kereta di jalur ini saat musim salju? Jalur kereta Trans Siberia menghubungkan Moskwa, Eropa Rusia dengan provinsi- provinsi Timur Jauh Rusia, Mongolia dan Jepang. Beberapa waktu lalu, seorang traveler asal Indonesia yang kini tinggal di Tokyo berkesempatan untuk naik kereta di jalur Trans Siberia. Uniknya, traveler ini memilih naik kereta di jalur trans Siberia saat musim salju!

Awalnya banyak yang bertanya kepada traveler bernama Dania Wie ini, mengapa dia bersama kakaknya memilih musim salju saat menjelajahi Trans Siberia. Padahal saat musim salju, selain pemandangannya kurang menarik karena hanya berupa tumpukan salju, udaranya pun sangat dingin. Saking dinginnya traveler tidak akan bisa mandi berhari-hari selama berada di sana! “Orang-orang ya ada aja lah pasti yg nanya ‘yakin ke sana pas winter? Dingin banget loh! Edan ngapain lama2 di kereta? Mahal2 cuma di kereta doang? Nggak bisa mandi ih! Tar winter ga bisa liat apa2 juga’ dan banyak komentar2 lainnya. Tp aku pikir ah kalau aku traveling sama kakak aku mah hidup di gerbong kaya bunker selama seminggu juga asik2 aja,” kata Dania saat dihubungi detikcom.

Nyatanya, setelah melakukan perjalanan saat winter, Dania pun mengaku excited. Naik kereta di jalur trans siberia adalah keinginannya dan kakaknya sejak lama, dia sangat menikmati perjalanannya. Bahkan Dania tidak merasakan winter saat di dalam kereta. “Winter naik trans siberia nggak berasa winter, karena di keretanya anget banget. Kita bisa cuma pakai t-shirt sama celana pendek. Aku kemana-mana cuma pakai kain bali,” kata Dania. Karena traveling bukan saat peak season, tak banyak traveling yang terlihat. Suasana kereta sepi, malah Dania mengaku dalam satu gerbong sempat hanya berdua dengan kakaknya, serasa gerbong milik berdua. “Winter bukan peak season sih jd ga banyak traveler. Kebanyakan orang lokal. Setengah perjalanan dari Irkurtsk ke Vladivostok malah cuma kami berdua aja itu segerbongnya,” kata Dania.

Tahun baru di musim salju menjadi pilihan Dania dan kakaknya. Walau hanya lihat letupan kembang api dari kejauhan dan sempat uring-uringan karena tidak keramas selama 4 hari, dia merasakan hal yang berbeda dari perjalanan lainnya. Hidup tanpa internet! “Pengalaman indahnya adalah hidup tanpa ketergantungan ama internet setiap hari karena emang susah sinyal. Ternyata hidup di kereta itu ga susah sama sekali,” kata Dania.

 

Sepanjang perjalanan, pemandangan yang Dania lihat adalah salju lapang, sungai-sungai beku dan kota-kota industri yang tertutup salju. Dia juga menemukan spot-spot indah di daerah bukit-bukit, namun hanya di tempat-tempat tertentu. “Emang kami mau pergi di period yang paling ga populer. There’s no such thing as a perfect timing for traveling si menurut aku. Setiap saat juga bisa jadi istimewa kalo kitanya bisa appreciate every little thing surrounds us,” kata Dania.

Buat traveler yang tertarik naik kereta jalur trans siberia saat winter sepertinya, Dania menyarankan untuk membawa pakaian yang nyaman seperti kaos, celana pendek dan sendal jepit. Walau winter, namun keadaan dalam kereta sangat hangat bahkan cenderung gerah. Bagaimana, traveler tertarik mengikuti perjalanan unik ini?

Begini Lho Proses Pengolahan Cokelat Sebelum Jadi Kudapan Lezat

Siapa yang tak suka cokelat? Kudapan yang identik
dengan rasa manis itu disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-
anak sampai lansia. Berbagai olahan cokelat pun banyak
bermunculan, mulai dari cokelat batangan, permen cokelat, kue
cokelat, sampai es krim cokelat. Namun dibalik kenikmatan cokelat
itu, ada proses panjang saat mengolahnya.

DetikTravel bersama Koko Jali dan Dapoer Kaoem pada Sabtu
(8/2/2020) lalu berkesempatan untuk melihat dan mencoba
mengolah cokelat, mulai dari masih dalam bentuk buah hingga
menjadi pasta cokelat. Makanan cokelat yang kita kenal saat ini
sebenarnya berasal dari tanaman kakao. Tanaman ini banyak
tumbuh di dataran rendah di berbagai daerah di Indonesia,
termasuk di kebun kakao yang kami kunjungi di Pasir Kuda, Bogor.

Buah kakao yang telah menguning itu dipetik lalu dikeluarkan
bijinya. Menurut pengelola Dapoer Kaoem, Munip, setelah biji kakao
dikeluarkan, biji ini akan dijemur. Biji yang dijemur ini ada dua
macam, ada yang sebelumnya dibersihkan dulu selaput putihnya
(pulp) atau yang tanpa dibersihkan.
Lama penjemuran sendiri bervariasi, antara 2 hari sampai kurang
dari satu bulan, tergantung pada cuaca. Setelah biji kering, biji itu
akan dipilah-pilah untuk menentukan gradenya.

“Dipilih yang gemuk dan sempurna, yang ketika ditekan tidak
kempes,”kata Munip.
Selain itu, biji kering itu juga harus diperiksa kadar airnya. Bila
sudah ditemukan biji kering dengan kualitas terbaik, biji itu siap
untuk dipanggang (roasting).
Nah, tahapan roasting ini dilakukan untuk melepaskan kulit ari yang
masih menempel di biji kakao. Biji-biji kering itu akan dimasukkan ke
dalam pemanggang berbentuk tabung dengan kompor di bawahnya.
Cara memanggangnya dengan memutar tuas secara manual.

Proses pemanggangan ini memakan waktu sekitar 15 menit dengan
putaran yang konstan. Dalam proses itu, detikTravel bersama
peserta tur lainnya berkesempatan untuk memutar tuas dan
mendengarkan letupan biji yang mulai matang.
“Waktu roasting sekitar 4 sampai 5 menit pertama akan terdengar
bunyi crack, itu first crack seperti popcorn. Setelah itu, akan
memasuki proses nyoklat yang lebih sempurna, aroma sudah mulai
keluar,” terang salah satu pengelola Dapoer Kaoem, Ambon.
Biji-biji yang telah dipanggang itu disebut sebagai nibs. Nibs ini
harus segara dikelupas kulit arinya ketika masih hangat karena bila
sudah dingin, kulit itu akan menempel kembali.

Nibs ini sebenarnya sudah bisa dimakan. Nibs punya rasa yang
pahit sekaligus sedikit asam khas buah-buahan. Menurut Ambon,
nibs ini punya kandungan anti oksidan yang baik dikonsumsi,
terutama untuk orang-orang yang sedang diet. Selain itu, nibs juga
menimbulkan rasa senang bagi yang mengkonsumsinya.

Nibs selanjutnya diolah menjadi pasta cokelat menggunakan alat
yang disebut penggiling basah atau wet grinder. Alat yang dimiliki
Dapoer Kaoem ini cukup untuk mengolah 1 kilogram nibs. Proses
penggilingan ini memakan waktu minimal 24 jam. Agar lebih mudah
digiling, adonan nibs itu juga ditambahkan dengan mentega (butter)
tengkawang atau bisa juga dengan minyak bunga matahari.
Pada proses ini, traveler bisa memasukkan aneka bahan yang akan
membuat cokelat lebih sedap. Karena rasa asli cokelat adalah pahit,
umumnya orang akan menambahkan gula ke dalam adonan itu.

Dapoer Kaoem sendiri sebagai komunitas yang ingin menonjolkan
rasa alami dari cokelat, memilih gula semut atau gula aren sebagai
bahan tambahan. Selain itu, mereka juga menambahkan bubuk
susu full cream agar rasa pasta cokelat lebih bisa diterima lidah
peserta tur.

Ketika detikTravel mencicipi pasta cokelat itu, rasanya unik. Jangan
membayangkan rasanya sama seperti cokelat di pasaran, pasta ini
memadukan rasa pahit dan manis dari gula aren dengan rasa asli
kakao yang masih dominan.
Salah satu peserta tur, Brizy yang ikut mencicipi pasta cokelat ini
mengaku menyukai rasa tersebut.
“Kalau yang ini, ya masih agak pahit tapi ada kerasa manisnya dikit.
Rasa cokelat aslinya masih kerasa juga. Beda dengan merk cokelat
di pasaran yang manisnya itu manis banget, engga kayak cokelat
aslinya,” katanya.