5 Tanda Ban Mobil Perlu Segera Diganti, Jangan Tunda Lagi

Ban merupakan salah satu komponen mobil yang memiliki peranan vital, yaitu sebagai penggerak, penentu keamanan, dan kenyamanan berkendara. Mengingat fungsinya yang sangat penting, maka sudah selayaknya kita selalu memastikan bahwa ban yang kita pakai berkendara masih layak digunakan.

Lantas kira-kira apa saja ciri-ciri ban mobil yang sudah tidak layak pakai dan perlu segera diganti? Berikut ulasannya.

29 Apr 2014 — Woman Changing Flat Tyre On Car — Image by © Ian Lishman/Juice Images/Corbis
  1. Usia ban sudah mencapai 3 tahun

Idealnya, usia ban mobil yang layak pakai adalah 3 tahun. Lebih dari itu, karet ban akan kehilangan kelenturan hingga menjadi keras. Dampaknya, pengendara akan menjadi kurang nyaman selama berkendara lantaran ban yang sudah tidak elastis dan mengeras. Untuk itu, segera ganti ban mobil jika usia ban sudah mencapai 3 tahun.

  1. Jarak tempuh ban sudah mencapai 40 ribu kilometer

Kendati masa pakai ban belum mencapai 3 tahun, tapi jika mobil sering dipakai bepergian jarak jauh sehingga sebelum 3 tahun jarak tempuh mobil sudah mencapai lebih dari 40 ribu kilo meter, ban mobil perlu segera diganti. Sebab umumnya jika ban mobil sudah dipakai berkendara untuk menempuh perjalanan sejauh 40 ribu kilometer atau lebih, maka ban akan mengalami keausan sehingga perlu harus diganti secepatnya.

  1. Terdapat benjolan di permukaan ban

Adanya benjolan pada ban bisa jadi indikasi bahwa susunan benang atau kawat ban ada yang terputus. Jika ban mobil terdapat benjolan, berarti ketahanan ban sudah berkurang dan menjadi rawan pecah lantaran sejumlah titik tidak lagi sanggup menahan tekanan udara.

Adanya benjolan di permukaan ban bisa dipicu karena beberapa hal, seperti tekanan angin yang tidak sesuai standar sehingga distribusi berat beban tidak sama pada seluruh bagian ban.

  1. Permukaan ban sudah banyak retakan

Keretakan pada permukaan ban dapat disebabkan karena ban terlalu sering melewati jalanan yang panas dalam kurun waktu cukup lama. Alhasil ban jadi lebih rapuh dan mudah rusak. Jadi, kalau ban mobilmu sudah mulai retak-retak, segera ganti dengan yang baru, ya.

  1. Ketebalan ban sudah mencapai TWI

Tread Wear Indicator merupakan penanda yang bisa dijadikan patokan batas keausan ban. TWI ini memiliki bentuk segitiga yang terdapat di bagian pinggir dan tengah ban. Salah satu indikasi yang menandakan bahwa ban sudah aus dan tidak layak pakai adalah permukaan TWI sama dengan permukaan keseluruhan ban.

Sekarang kamu sudah tahu apa saja ciri-ciri ban mobil yang sudah tidak layak pakai. Yuk, periksa ban mobilmu dan segera ganti jika ternyata kondisinya sudah tidak layak pakai.

Bikin Perjalanan Gak Nyaman, Ini 5 Penyebab AC Mobil Gak Dingin!

Melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil sendiri memang terasa bangga juga nyaman. Yang mana panas gak bakal kehujanan begitupun sebaliknya, hujan gak bakal kepanasan, iya gak?

Namun semua berubah jadi gak enak banget kalau AC alias pendingin udara di mobil gak bekerja dengan semestinya. Alih-alih mendinginkan di cuaca yang sudah terik, si AC malah berubah jadi heater buat seisi mobil. Lalu kenapa sih penyebab AC mobil malah gak dingin? Usut punya usut, ini dia yang jadi biang keladi AC mobil kamu gak dingin, keep scrolling ya!

  1. Selang atau pipa AC bocor

Selang AC mobil sendiri terbuat dari karet khusus tahan panas dan juga fleksibel dan biar gampang buat memasuki selal-sela ruang di mobil. Selang atau pipa AC mobil bocor bisa jadi karena faktor usia ataupun kualitas selang yang memang kurang bagus. Lantas, selang bocor mengakibatkan tekanan freon akan berkurang dan menyebabkan ac gak dingin.

  1. Blower yang ada di dasboard mati

Blower atau bisa dibilang kipas yang mati juga jadi penyebab AC mobil gak dingin-dingin amat. Itu karena dingin yang sudah berada di evaporator gak bisa hembuskan oleh blower tersebut.

  1. Tekanan freon berkurang

Freon sendiri benda cair yang berfungsi sebagai pendingin yang di pompa oleh kompresor. Tekanan Freon yang berkurang juga bisa menjadi masalah karena dingin yang dihasilkan gak bakal bisa maksimal. Bahkan, jika tekanan freon yang kurang terus dibiarkan, bisa juga membuat rusak atau jebol kompresor, lho.

  1. Kipas di kondensor mati

Satu lagi biang keladi yang sering gak disadari. Kipas yang satu ini bekerja untuk membantu pelepasan panas yang ada di kondensor yang mana jika kipas ini mati. Proses yang harusnya dapat membuang panas, malah gak bisa maksimal dan panas berlebih pun ikut kembali dalam sirkulasi pendinginan dan masuk ke evaporator yang harus freon sudah dalam bersuhu dingin. Namun tetap membawa sedikit panas. Alhasil udara dingin yang kamu rasakan gak sesejuk saat AC mobil normal.

Atau bisa juga karena kondensor itu sendiri yang kondisinya sudah kropos, sehingga menjadi penyebab gas freon jadi bocor. Alhasil, tekanan freon berkurang bahkan habis yang mana aca jadi gak dingin.

  1. Kompresor rusak

Kompresor gak bekerja dengan semestinya yang bikin repot. Misal kayak kompresor yang mati guys. Seperti halnya jantung yang memompa darah ke suluruh tubuh. Fungsi kompresor pun mirip juga seperti itu, gak ada sirkulasi dari freon, maka proses pendinginan gak dapat berjalan. Lantas kamu bakal mendapati hanya angin saja yang terasa gak ada dinginnya sama sekali.

Itu dia beberapa bagian yang jadi penyebab AC mobil gak dingin, segera periksa biar mobil kembali nyaman dikendarai yuk. Semoga bermanfaat ya!

Selain AC, Ini yang Dilakukan Agar Kabin Mobil Bebas dari Virus

Jalur penularan virus Corona bisa melalui banyak faktor. Gejala umum virus sebagian besar mirip dengan infeksi saluran pernapasan atau lainnya, termasuk batuk, flu, sakit tenggorokan, serta disertai demam.

Sebagai pengguna kendaraan bermotor khususnya mobil, kabin dan interior bisa disebutkan sebagai salah satu media penyebaran virus Corona. Ya, mulai dari jok, karpet, AC, dan langit-langit. Untuk itu, upaya pencegahannya adalah dengan memastikan kebersihan kabin.

dr Henry Gunawan, yang praktik di Klinik Puri Permata Hijau, Jakarta Barat, menyebutkan pencegahan virus Corona bisa ditangkal dengan menjaga kebersihan ruang kabin mobil.

“Pencegahannya sama ya, selain memakai masker, mencuci tangan sehabis memegang interior mobil seperti setir, atau gagang pintu itu juga perlu,” kata Henry saat dihubungi kumparan, Senin (2/3).

Karena mobil punya ruang sirkulasi yang minim, Henry menyarankan untuk menjaga kondisi udara di dalam mobil salah satunya dengan membersihkan AC (Air Conditioner).

“Bisa dibersihkan setiap 1 atau 2 bulan sekali, karena memang virus akan berkembang cepat di ruangan yang lembab. ,” paparnya.

Sediakan hand sanitizer

Tak ada salahnya untuk membawa perlengkapan satu ini, ketika mengemudi bagian tangan akan sering memegang bagian interior pada mobil, seperti setir, tuas transmisi, dan power window.

“Dipakai sebelum dan sesudah berkendara, kebersihan tangan itu penting untuk mencegah virus.” tambahnya.

Vakum menyeluruh interior mobil

Masih berkaitan dengan kebersihan kabin mobil, Henry juga menyarankan untuk membersihkan area jok dari debu-debu atau kotoran.

“Bisa dengan alat vakum, jika sudah bersih bisa disemprot dengan disinfektan atau alkohol. Bakteri akan mati dengan cairan ini, itu sudah cukup dan sangat membantu,” tambahnya.

Fogging kabin mobil

Fogging alias pengasapan interior mobil juga bisa jadi alternatif. Henry menyebut dengan menggunakan cara ini bisa membunuh virus yang masuk ke dalam maupun keluar dalam kabin.

“Ini bagus dan bisa untuk kebersihan sirkulasi, tapi untuk yang menempel saya sarankan pakai disinfektan,” ucapnya.

Wajib Tahu, 3 Teknik Mengemudi Mobil Manual di Jalan Turunan

Saat berkendara di jalur pegunungan, tidak jarang kita akan dihadapkan dengan kondisi jalanan yang menurun panjang dan curam. Kondisi tersebut, menuntut setiap pengemudi untuk lebih berhati-hati dan memahami teknik mengemudi yang tepat.

Bila salah teknik mengemudinya, bukan tidak mungkin akan membahayakan dan membuat beberapa komponen pada rem menjadi lebih cepat rusak. Oleh karena itu, bagi Anda yang terbiasa mengemudi mobil bertransmisi manual, disarankan untuk memahami teknik mengemudi yang tepat saat melaju di jalan menurun panjang dan curam.

Instructor Indonesian Road Safety Agent (IRSA), Andry Berlianto, mengatakan ada 3 hal yang harus dipahami dan dikuasai oleh pengemudi mobil manual saat melaju di jalan menurun panjang dan curam.

  1. Lakukan engine brake

Hal pertama yang harus dilakukan dan dipahami oleh pengemudi mobil manual saat melaju di jalan menurun, ialah penggunaan engine brake. Pengemudi dituntut untuk memahami teknik mengemudi dengan engine brake, agar meringankan kerja rem dalam memperlambat laju mobil. Dalam melakukan engine brake, setiap pengemudi disarankan menurunkan gigi transmisi yang lebih rendah secara bertahap.

“Turunkan gigi transmisi ke yang lebih rendah, gigi 1 atau 2 tergantung kecuraman turunan tersebut, lakukan perpindahannya secara perlahan,” jelas Andry kepada kumparan beberapa waktu lalu.

  1. Injak pedal rem secara perlahan

Meski telah menggunakan engine brake, pengemudi diimbau tetap melakukan pengereman dengan rem konvensional. Dalam menginjak pedal remnya, sebaiknya lakukan secara perlahan.

“Dalam situasi normal sih cukup injak pedal rem secara halus dan perlahan saja, tapi pada kondisi darurat yang membutuhkan pengereman ekstra, enggak ada salahnya pedal rem diinjak secara berulang atau dikocok,” ucap Andry

  1. Hindari menginjak pedal kopling

Saat melaju di jalan menurun curam dan panjang, pengemudi diingatkan untuk tidak menginjak pedal kopling secara terus menerus. Dengan menginjak pedal kopling secara terus menerus, dikhawatirkan akan menimbulkan efek ‘free wheel’ yang berakibat pada ban yang terus melaju tanpa bisa dikontrol.

“Saat di jalan menurun, hindari menginjak pedal kopling, karena bisa membuat kinerja rem menjadi terbuang percuma akibat efek free wheel,” terang Andry.

Terakhir Andry mengingatkan, selain dituntut untuk memahami teknik mengemudi mobil manual di jalan turunan, pengemudi juga harus memastikan kondisi rem pada mobilnya masih dalam kondisi layak.

Hati-hati Cabut Aki Saat Mobil Kebanjiran, Ini Caranya

Salah satu penanganan pertama jika mobil Anda terendam banjir adalah melepas accu atau aki. Tapi belum banyak yang tahu, mencabut aki ternyata tidak sesederhana membuka baut pengunci dan mencabut kabel positif dan negatif yang ada pada aki.

Dikutip dari situs resmi diler resmi Suzuki Citra Asri Buana, Selasa 25 Februari 2020, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan ketika Anda akan melepas aki mobil. Agar, tujuan untuk menyelamatkan mobil saat banjir tidak berujung pada kerusakan yang lebih parah.

Dijelaskan aki merupakan komponen penting dalam sebuah kendaraan. Karena aki merupakan sumber daya listrik yang menyuplai ke semua komponen elektronik yang ada di kendaraan. Karena itu arus listrik yang dikeluarkan aki terbilang cukup besar & akan sangat berbahaya jika terjadi arus pendek atau konsleting.

Aki sendiri sama seperti batu baterai yang memiliki 2 kutub yakni Positif dan negatif. Di mana kedua kutub ini berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari Accu ke komponen elektronik mobil.

Meskipun di anggap satu jenis dengan batu baterai kita tidak boleh asal jika ingin melepas atau memasang kabel yang terpasang di kedua kutub tersebut. Langkah pertama saat ingin melepaskan kabel aki adalah melepas kabel di kutub negatif baru positif.

Namun jika kita ingin memasang kembali, pertama yang dilakukan ialah untuk memasang kabel pada kutub postif. Baru setelah itu memasang Kabel di kutub Negatif. Atau dengan kata lain kabel yang berada di kutub negatif  harus dipasang terakhir.

Kenapa? Pada saat melepas kabel yang terpasang pada positif aki dengan menggunakan kunci ring atau pas, maka kunci tersebut tentunya akan bermuatan positif. Terkadang tanpa disengaja pada saat membuka baut terminal aki, kunci tersebut menyentuh besi pengikat atau komponen mesin lainnya.

Apabila kabel yang terpasang pada kutub negatif aki sudah dilepas lebih dulu, hal ini tidak akan jadi masalah. Namun, apabila kabel negatif masih terpasang, maka akan terjadi percikan api yang bisa membahayakan.

Hal tersebut dikarenakan Kabel yang terpasang pada kutub negatif dari aki selalu dihubungkan ke bagian rangka atau body dan juga komponen-komponen mesin, termasuk juga besi pengikat aki itu sendiri. Apabila kabel yang terpasang pada kutub negatif aki dilepas, maka rangka atau body dan komponen mesin tersebut secara otomatis tidak lagi terhubung ke kutub negatif aki.

Telepas dari penjelasan itu, perlu diingat, jika bukan dalam keadaan sangat terpaksa ada baiknya untuk tidak melepaskan kabel aki. Jika pun harus, ada baiknya untuk menyerahkan ke bengkel resmi.

Sebab, untuk mobil lawas yang belum menerapkan sistem komputerisasi di bagian mesin tentu tidak jadi masalah. Tapi lain halnya jika mobil tersebut sudah menerapkan sistem komputerisasi. Karena bila kita asal melepasnya maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah pada komponen lain.

 

Rentan Terkena Virus Corona, Driver Ojol Minta Perlindungan Pemerintah

Asosiasi pengemudi atau driver ojek online ( ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia meminta pemerintah untuk menyediakan tim medis khusus di titik pusat keramaian guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Permintaan ini disampaikan karena para driver ojol dianggap menjadi salah satu pihak yang paling rentan terpapar berbagai penyakit menular, melalui paparan udara ataupun sentuhan, tak terkecuali virus corona.

Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, menyatakan, beberapa titik yang harus masuk pertimbangan adalah terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Baca juga: Hindari Virus Corona, Taksi Bluebird Dibersihkan Usai Antar Penumpang.

Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.

“Kami berharap pengemudi ojol diberikan atensi oleh pemerintah terkait ancaman penyebaran virus corona. Sebab, pengemudi ojol merupakan salah satu pihak yang rutin berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai tempat,” katanya melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

“Jadi, nanti di tempat tim medis tersebut ada pengecekan panas tubuh maupun pemeriksaan kesehatan. Tim medis sendiri yang bertugas sendiri bisa bergerak atau mobile dari satu titik ke titik lainnya,” lanjut Igun.

Kemudian, pada pos darurat itu disediakan juga vitamin gratis guna menambah daya imunitas para pengemudi ojol dan penyuluhan untuk menjaga kebersihan diri.

“Ini sangat penting untuk antisipasi pencegahan dan menunjukkan bahwa pemerintah sudah melakukan daya upaya bagi para pengemudi ojol sebagai bentuk tanggung jawab,” kata Igun.

Pada kesempatan terpisah, pihak Garda Indonesia juga meminta para aplikator ojol seperti Gojek dan Grab menyediakan masker kesehatan gratis untuk mitra pengemudi dan penumpang.

“Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab aplikator, kami harap bisa menyediakan masker khusus kesehatan gratis bagi para mitra pengemudi dan penumpang. Sehingga, bisa meredam penyebaran virus corona,” ujar dia.

Igun juga meminta rekan-rekan ojol menjaga kebersihan, kendaraan, hingga memakai atribut dan pakaian yang higienis. Selesai melakukan aktivitas agar langsung mencuci pakaian yang digunakan bekerja dengan campuran cairan desinfektan jika memungkinkan untuk pencegahan bagi keluarga di rumah. Menurut dia, para pengemudi ojol wajib menjaga kebarsihan diri, mengonsumsi vitamin tambahan, dan mencuci tangan dengan sabun bersih ataupun cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sebelum mengonsumsi makanan.

Pemerintah Mulai Rencanakan Pembatasan Usia Kendaraan di Indonesia

Pembatasan usia kendaraan bermotor di Indonesia yang sebelumnya hanya jadi wacana akhirnya bakal direalisasikan. Implementasinya, dimulai dari kendaraan komersial seperti truk dan bus.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, menyatakan, usulan yang telah dipertimbangkan dengan serius ini akan dimasukkan dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Mungkin saya akan usulkan di pembentukan Undang-undang nanti. Terkait batas usianya, truk itu 20 tahun, bus pariwisata 15 tahun, bus komersil 25 tahun. Kendaraan kecil (penumpang) belum,” katanya di sela-sela pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menurut Budi, kendaraan penumpang belum dibatasi usia produksi dan operasionalnya karena berkaitan dengan kompleksitasnya. Sehingga, diperlukan studi lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Dahulu, kita sempat wacanakan kendaraan penumpang dibatasi usianya. Namun karena berbagai hal seperti kemampuan ekonomi, daya beli masyarakat, dan sebagainya, maka diperlukan studi lebih lanjut,” kata dia.

“Bila kita berbicara pajak kendaraan dan pajak daerah juga sebagian besar dari situ (produksi kendaraan bermotor). Jadi nanti kita akan bincangkan dengan Gaikindo selaku asosiasi kendaraan bermotor roda empat di Indonesia dan melakukan riset,” lanjut Budi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat ingin merealisasikan pembatasan usia kendaraan di kawasan Ibu Kota, melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Dalam instruksi itu, Anies meminta adanya pengetatan ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai tahun 2019. Selain itu, kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun akan dilarang beroperasi pada 2025. “… memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi pada tahun 2025,” tulis Instruksi tersebut.

Ia juga mendorong adanya peralihan ke moda transportasi umum dan meningkatkan kenyamanan berjalan kaki melalui percepatan pembangunan fasilitas pejalan kaki di 25 ruas jalan protokol arteri dan penghubung ke angkutan umum massal pada 2020.

Instruksi lainnya, termasuk mengoptimalisasikan penghijauan serta merintis peralihan ke energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sehingga pada akhirnya, masalah polusi udara di Ibu Kota mampu diredam.